Because Every Child has the Right to Education ~ Setara Kita Foundation ~ Jln. Bunga Raya ~ Komplek Baloi Persero ~ Blok B no 22 ~ Batam  Bergabung atas kesamaan visi, misi dan idealisme, untuk menyumbangkan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, sekitar akhir tahun 2004 kami akhirnya tergabung di yayasan SETARA KITA, untuk membantu mewujudkan perlindungan dan pelaksanaan hak-hak anak terutama di tataran implementasi dan pelaksanaan yang menjadi visi, misi, serta yang menjadi concern dari program dan kegiatan yayasan SETARA KITA. Batam, yang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih merupakan kota yang menjanjikan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidup, sehingga kota Batam menjadi tujuan para pendatang untuk mengadu nasib di sini.Sayangnya, banyak di antara mereka datang ke kota Batam ini dengan tanpa dibekali oleh pengetahuan, skill dan kemampuan yang memadai, sehingga lonjakan penggangguran yang tercatat untuk sektor formal saja mencapai 30%. Hal ini menyebabkan tingkat keluarga yang berada dibawah garis kemiskinan di kota Batam menjadi sangat tinggi, dan akibatnya, kota Batam menyimpan berbagai permasalahan sosial yang jika tidak segera mungkin ditangani akan menimbulkan berbagai gejolak sosial. Dan ketika hal ini terjadi, yang paling merasakan dampak buruknya adalah anak-anak! Pada tahun 2004, di kota yang sebenarnya secara geografis terbilang kecil ini, sekitar 600 anak turun ke jalan untuk mencari uang, hampir 30% anak usia sekolah tidak dapat bersekolah dan terancam putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya. Setiap bulannya, rata-rata 3 anak yang berhadapan dengan hukum di Batam akhirnya harus kehilangan kebebasannya karena terseret menjadi pelaku kejahatan (Menurut Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik Lapas Klas II-A Batam).  Kondisi geografis Batam  yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, juga menimbulkan efek negatif dengan meningkatnya kejahatan trafficking. Bagi para pelaku kejahatan trafficking, sejak dari dulu Batam dikenal sebagai sebagai daerah tujuan dan daerah transit perdagangan manusia, dan lagi-lagi yang banyak menjadi korban dari perdagangan manusia ini adalah: perempuan dan anak-anak.   Padahal, anak-anak adalah generasi penerus yang akan mewarisi, meneruskan, dan bahkan akan membuat lebih baik cita-cita bangsa, namun tanpa bimbingan, bantuan dan jaminan bagi tumbuh kembang mereka untuk hidup, untuk belajar, dan untuk berpartisipasi, hal ini tidak akan pernah terwujud.  Dan atas dasar inilah kami bergabung di yayasan SETARA KITA, menyumbangkan kemampuan dan pengalaman yang kami miliki untuk membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak. Sejarah Yayasan Setara Kita